Hero
# Kurikulum

Menjawab Tantangan Krisis Literasi di NTT: Langkah Nyata SMAS Katolik St. John Paul II Maumere

📅 12 Mar 2026
👤 Administrator JP2

MAUMERE – Baru-baru ini, sebuah data memprihatinkan muncul ke permukaan. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pernyataannya pada Maret 2026, mengungkapkan bahwa sekitar 30% hingga 40% siswa jenjang SMA di Nusa Tenggara Timur masih terkendala kemampuan dasar baca dan tulis. Isu ini memicu diskursus mengenai pentingnya evaluasi sistem kenaikan kelas demi menjaga kualitas lulusan.

Bukan Sekadar Naik Kelas, Tapi Berkualitas Menanggapi isu tersebut, SMAS Katolik St. John Paul II Maumere menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan krisis literasi menyentuh gerbang sekolah kita. Bagi kami, menaikkan siswa ke jenjang berikutnya bukan sekadar urusan administratif, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan setiap anak memiliki kompetensi numerasi dan literasi yang mumpuni.

Gerakan Literasi Sekolah: Lebih dari Sekadar Membaca Di SMAS St. John Paul II, penguatan literasi dilakukan melalui strategi berlapis:

  1. Optimalisasi Perpustakaan: Transformasi perpustakaan menjadi pusat belajar yang nyaman dengan koleksi buku yang terus diperbarui untuk menarik minat baca siswa.
  2. Pojok Baca di Setiap Lini: Penyediaan akses bacaan ringan namun edukatif di sudut-sudut strategis sekolah agar membaca menjadi budaya, bukan beban.
  3. Metode Belajar Aktif: Guru menerapkan model pembelajaran yang mewajibkan siswa melakukan riset sederhana dan presentasi, sehingga kemampuan memahami teks (literasi) dan mengolah data (numerasi) terasah secara alami.

Sinergi dengan Orang Tua Sekolah menyadari bahwa literasi dimulai dari kebiasaan di rumah. Oleh karena itu, kami mengajak para orang tua untuk turut memantau perkembangan belajar putra-putrinya. Dengan sinergi yang baik antara sekolah dan rumah, kita dapat memastikan bahwa siswa-siswi kita bukan hanya "lulus", tetapi "siap" menghadapi tantangan dunia luar dengan nalar yang tajam.

Membangun Generasi Emas dari Maumere Melalui disiplin akademik dan pembiasaan literasi yang konsisten, SMAS Katolik St. John Paul II berupaya menjadi benteng pertahanan bagi kualitas pendidikan di Kabupaten Sikka, memastikan setiap lulusannya bebas dari buta literasi dan siap bersaing di kancah nasional.

 

Referensi:

  1. Koran NTT (14 Maret 2026): 30% Siswa SMA di NTT Terkendala Baca Tulis, Gubernur Minta Sistem Naik Kelas Dievaluasi.
  2. Selatan Indonesia (14 Maret 2026):Literasi-Numerasi Siswa NTT Masih Rendah, Gubernur Minta Pembenahan Dimulai dari SD.
  3. Swara Timor (Oktober 2025 - Konteks Kebijakan): Gubernur NTT Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan.